Sabtu, 13 Oktober 2012

BAB I PENGENALAN PADA MANAJEMEN INFORMASI


Sistem Informasi Manajemen (SIM). Anda pasti pernah mendengarnya. Dalam bayangan mungkin berhubungan dengan perusahaan-perusahaan. besar. Pendapat ini memang tak salah, namun SIM juga  tak hanya sering digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan seperti universitas juga menggunakan SIM. Sebenarnya apakah SIM itu?
SIM adalah serangkaian sub-sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi yang secara rasional mampu menstransformasikan data sehingga menjadi informasi dengan berbagai cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan . Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Dalam teori SIM, komputer bukan prasyarat mutlak bagi sebuah SIM, namun dalam praktek SIM yang baik tidak akan ada tanpa bantuan kemampuan pemrosesan computer. Bagaimanapun untuk melakukan koordinasi dalam SIM akan lebih terbantu jika melibatkan computer.
Berbagai perusahaan kini memerlukan SIM. Dengan pengelolaan SIM yang tepat, tentunya perusahaan berikut akan berkembang. Namun meskipun telah mengeluarkan biaya yang besar, pengembangan SIM pada suatu perusahaan tidak berhasil. Oleh karena itu diperlukan evaluasi apa sajakah yang dapat menyebabkan kegagalan pada pengembangan SIM tersebut.

1.1  Gambaran Umum Sistem Informasi Manajemen

Management Information System (MIS) yang biasa disebut system informasi manajemen adalah suatu system manusia-mesin yang terpadu, guna menyediakan informasi yang mendukung proses, manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.
    Komponene Pembangun MIS
     ·         Hardware
Digunakan untuk melaksanakan kegiatan input > proses > output
·         Software
Program komputer yang dijalankan pada Hardware
-         System software
-         Application Software
·         Database
   Software aplikasi khusus yang dibangun untuk mengorganisasikan data dan informasi pada proses operasi suatu organisasi.
·         Infrastructure
   Peralatan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat keras yang terpisah, seperti :
- peralatan telekomunikasi
- jaringan (network)
- internet
·         People ( manusia )
·         Prosedur

Aturan untuk mengembangkan dan menggunakan system informasi.
o    Model
o    Abstraksi dari kenyataan. Semua model didasarkan pada asumsi. Seperti : kondissi pasar dan legal restriction. Asumsi harus bersifat konsisten.

Minggu, 07 Oktober 2012

**PROGRAM PASCAL – PENYORTIRAN DATA**


#Cooding Program
PROGRAM SORT;
uses crt;
var
 nama: array[1..30] of string;
 NPM: array[1..30] of string;
 kelas: array[1..30] of string;
 a,b,x: byte;
 temp : string;
 T: boolean;
 jawab: char;
 const garis='---------------------------------';
begin
repeat
 T:=false;
 clrscr;
 write('Masukan jumlah Data yang Diinginkan:');

Kamis, 03 Mei 2012

Klasifikasi Gaya Kepemimpinan


Tanpa kita sadari bahwa sebetulnya kita masing-masing akan menjadi pemimpin, minimal akan menjadi pemimpin diri kita sendiri. Tapi sebetulnya ada bemacam gaya kepemimpinan menurut pakarnya:
1. Gaya kepemimpinan otoriter atau otokrasi, artinya sangat memaksakan kehendak kekuasaannya kepada bawahan.
2. Gaya kepemimpinan demokratis, artinya bersikap tengah antara memaksakakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan.
3. Gaya kepemimpinan laissez fasif, yakni sikap membebaskan bawahan; dan
4. Gaya kepemimpinan situasional, yakni suatu sikap yang lebih melihat situasi: kapan harus bersikap memaksa, kapan harus moderat, dan pada situasi apa pula pemimpin harus memberikan keleluasaan pada bawahan.
Nah sekarang kita lihat satu persatu ciri-ciri dari masing-masing gaya kepemimpinan tersebut:
1. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Otoriter:
1) Tanpa musyawarah
2) Tidak mau menerima saran dari bawahan
3) Mementingkan diri sendiri dan kelompok
4) Selalu memerintah
5) Memberikan tugas mendadak
6) Cenderung menyukai bawahan yang ABS (asal bapak senang) 
7) Sikap keras terhadap bawahan Setiap keputusannya tidak dapat dibantah 
9) Kekuasaan mutlak di tangan pimpinan
10) Hubungan dengan bawahan kurang serasi 
11) Bertindak sewenang-wenang
12) Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan 
13) Kurang mempercayai bawahan
14) Kurang mendorong semangat kerja bawahan 
15) Kurang mawas diri
16) Selalu tertutup
17) Suka mengancam
18) Kurang menghiraukan usulan bawahan 
19) Ada rasa bangga bila bawahannya takut
20) Tidak suka bawahan pandai dan berkembang 
21) Kurang memiliki rasa kekeluargaan
22) Sering marah-marah 
23) Senang sanjungan.