Senin, 30 Juni 2014

[Softskill] Analisa Pandangan Nasabah Terhadap ATM BCA

Assalamu'allaikum sahabatt blogeerrr,,, wakhh udah lama ga nulis di blog dan sekarang harus nulis lagi dikarenakan ada tugas dari Ibu Kartika Sari yaitu Dosen Mata kuliah softskill dengan judul matakuliah Terapan Komputer Perbankan. Tugas ini sebenernya terdiri dari 4 bab gitu, jadi kaya PI gitu dehh kebayangkann kaya gimana susahnyaa ngerjainnyaa ... hehehehe maaf ya bu sedikit cerita penderitaanya dulu :)
Tulisan di blog saya kali ini adalah mengenai penelitian yang saya lakukan selama materi kuliah ini dimulai, penelitian yang saya lakukan mengenai "Pandangan Karyawan PT. Tan Logistik Mengenai ATM BCA".
okehh, awal nya tugas ini dimulai dari pembuatan tema yang akan dipakai untuk melakukan penelitian . Tema yang diberikan oleh bu kartika adalah tentang "Perkembangan Teknologi Perbankan", dari tema yang sudah diberikan tersebut maka saya mengambil judul saya tentang pandangan karyawana PT Tan Logistik Mengenai ATM BCA, saya mengambil materi tentang ATM BCA karena saya ingin mengetahui pandangan nasabah terhadap kepuasan atau masalah yang mereka hadapi saat menggunakan ATM BCA. ATM sendiri merupakan alat bantu yang dikeluarkan oleh pihak Bank yang bertujuan untuk memberikan kemudahan terhadap nasabahnya, sehingga nasabah tidak perlu repot-repot lagi untuk datang ke Bank hanya untuk sekedar melakukan transaksi pengiriman, penarikan uang, pengecekan saldo, dll.
Sebelum membahas tentang hasil penelitian yang telah saya lakukan, ada baiknya saya mengenalkan tentang metode apa yang saya gunakan dalam membuat kuesioner ini. Metode yang saya gunakan adalah menggunakan pendekatan TAM atau Technology Acceptance Model. Ada 4 bagian penting yang digunakan dalam penelitian TAM yang nanti akan saya gunakan dalam kuesioner saya. berikut adalah 4 bagian tersebut  :
  1. Perceived Usefulness (PU)
  2. Perceived Ease of Use (PEOU)
  3. Attitude Toward Using (ATT)
  4. Actual Use / Actual System Usage (AU)
okehh, setelah menjelaskan apa yang saya gunakan dalam melakukan penelitian ini, sekarang saatnya kita masuk kedalam inti dari penelitian ini. cekiidooottt selamatt membacaa :)

Dalam melakukan penelitian saya mengumpulkan data responden sebanyak 30 data dari karyawan yang bekerja di PT Tan Logistik yang menggunakan ATM BCA, berikut adalah data mengenai karakteristik responden :
  • Profil responden berdasarkan Usia
         Dari profil data responden berdasarkan usia maka didapat grafik sebagai berikut :

Keterangan Grafik :
- Warna Biru merupakan persentase grafik dari usia rata-rata 20-30 tahun yaitu 50%
- Warna Merah merupakan persentase grafik dari usia rata-rata 30-40 tahun yaitu 27%
- Warna Hijau merupakan persentase grafik dari usia 40 tahun  ke atas yaitu 23%

jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam melakukan penelitian ini yaitu diantara umur 20-30 tahun.
  • Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
         Dari profil data responden berdasarkan jenis kelamin maka didapat grafik sebagai berikut :

Keterangan Grafik :
- Warna Biru merupakan grafik dari jenis kelamin laki-laki yaitu mencapai 80%
- Warna merah merupakan grafik dari jenis kelamin perempuan yaitu mencapai 20%

jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berdasarkan jenis kelamin terletak di laki-laki yaitu sebanyak 80%.
  • Profil Responden Berdasarkan Kartu Kredit
        Dari profil data responden berdasarkan jenis kelamin maka didapat grafik sebagai berikut :

Keterangan Grafik :
- Warna Cokelat merupakan grafik yang memiliki 1 kartu kredit yaitu mencapai 72%
- Warna Pink merupakan grafik yang memiliki lebih dari 1 kartu kredit yaitu mencapai 27%

jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berdasarkan kartu kredit berada pada pemilik 1 kartu kredit yaitu sebesar 73%.
  • Profil Responden Berdasarkan Pendapatan/Bulan
         Dari profil data responden berdasarkan pendapatan maka didapat grafik sebagai berikut :


Keterangan Grafik :
- Warna Biru merupakan grafik yang memiliki pendapatan rata-rata 1-2 juta yaitu mencapai 63%
- Warna Merah merupakan grafik yang memiliki pendapatan rata-rata 2-5 juta yaitu mencapai 23%
- Warna Hijau  merupakan grafik yang memiliki pendapatan di atas 5  juta yaitu mencapai 14%

jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berdasarkan pendapatan yaitu berada di pendapatan rata-rata 1-2 juta perbulan yaitu mencapai 63%.
  • Profil Berdasarkan Banyaknya Transaksi Di ATM
         Dari profil data responden berdasarkan banyaknya transaksi maka didapat grafik sebagai berikut :

Keterangan Grafik :
- Warna Hijau  merupakan grafik yang melakukan transaksi sebanyak 1 kali yaitu mencapai 50%
- Warna Merah  merupakan grafik yang melakukan transaksi sebanyak 1-3 kali yaitu mencapai 27%
- Warna Biru  merupakan grafik yang melakukan transaksi sebanyak lebih dari 3 kali  yaitu mencapai 23%.

Rabu, 05 Februari 2014

Tugas 4.4 Pengertian Siklus Keuangan


Pengertian Siklus Akuntansi

Dalam akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi ekonomi. Definisi siklus akuntansi, yang dikemukakan Michell Suharli (2006:49) bahwa pengertian Siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir dimulai dari awal seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus.”
Sedangkan pengertian siklus akuntansi menurut Sofyan Syafri Harahap  (2003:16) dalam bukunya Teori Akuntansi bahwa “Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini, maka diinput keproses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan.”
Kesimpulan dari kedua definisi diatas, siklus akuntansi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Tahap-Tahap Siklus Akuntansi
Dalam siklus akuntansi terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap-tahap dalam siklus akuntansi menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2005:16) dalam modulnya Pengantar Akuntansi I adalah sebagai berikut :

1. Tahap Pencatatan
     - Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
     - Pencatatan dalam jurnal
     - pemindahan buku ke buku besar

2. Tahap Pengihtisaran
     - Pembuatan neraca saldo
     - Jurnal penyesuaian
     - Neraca saldo disesuaikan
     - Perhitungan rugi laba dan neraca
     - Penyusunan laporan keuangan
     - Jurnal penutup
     - Pembuatan neraca saldo penutup
     - Jurnal pembalik

sumber : http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-siklus-akuntansi/

Tugas 4.3 Pengertian Siklus Produksi


Siklus Produksi merupakan Rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.  Produksi merupakan inti dari kegiatan perusahaan karena tanpa memproduksi barang atau jasa, perusahaan belum bias disebut mencapai tujuan utamanya, yaitu berupa mendapatkan keuntungan dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Pada siklus produksi terdapat rangkain kegiatan usaha dan operasi pemrosesan data yang terus terjadi, secara berulang-ulang berkaitan dengan pembuatan produk atau jasa. Informasi akuntansi biaya yang akurat dan tepat waktu merupakan input penting dalam keputusan mengenai hal-hal berikut ini :
• Bauran produk
• Penetapan harga produk
• Alokasi dan perencanaan sumber daya (contoh apakah membuat atau membeli)
• Manajemen Biaya

Aktivitas dalam Siklus Produksi :
1. Desain produk (Perancangan Produk)
2. Perencanaan dan penjadwalan
3. Operasi produksi
4. Akuntansi Biaya

1. Desain Produk (Perancangan Produk)
      Mendesain produk yang memenuhi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, fungsi, dan meminimalkan biaya produksi.

Aktivitas ini menciptakan dua dokumen utama :
- Daftar bahan baku (BOM)
- Daftar operasi (Routing)

2. Perencanaa dan Penjadwalan
     Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
Dua metode perencanaan produksi yang umum :
- MRP-II --> Push manufacturing
- JIT --> Pull Manufacturing

Dokumen yang digunakan dalam perencanaan produksi :
- Jadwal induk produksi (MPS)
- Permintaan bahan baku
- Kartu perpindahan

3. Operasi Produksi
      Salah satu penggunaan TI dalam proses produksi adalah Computer Integrated Manufacturing (CIM)

4. Akuntansi Biaya
Jenis sistem akuntansi biaya :
- Perhitungan biaya pesanan
- Perhitungan biaya proses
Kedua sistem ini membutuhkan akumulasi data mengenai:
- Bahan baku
- Tenaga kerja langsung
- Mesin dan peralatan
- Overhead pabrik

Ancaman dan Pengendalian Siklus Produksi :
Proses / Aktivitas
Ancaman
Prosedure Pengendalian yang dapat diterapkan
Desain Produk
1.      Desain produknya yang kurang baik
Perbaikan informasi tentang pengaruh desain produk atas biaya. Data terinci mengenai biaya jaminan dan produk.
Perencanaa dan Penjadwalan
2.      Kelebihan produksi atau kekurangan produksi
Sistem perencanaan produksi yang lebih baik.

3.      Investasi yang tidak optimal dalam aktiva tetap
Tinjau dan setujui perolehan aktiva tetap, pengendalian anggaran.
Operasi Produksi
4.      Pencurian dan perusakan persediaan dan aktiva tetap
Batasi akses fisik ke persediaan dan aktiva tetap. Dokumentasikan semua perpindahan persediaan sepanjang proses produksi. Identifikasi yang memadai dan tinjau semua transaksi yang melibatkan pembuangan aktiva tetap.
Akuntansi Biaya
5.      Kesalahan pencatatan dan memasukan data mengakibatkan data biaya yang tidak akurat.
Pengendalian edit entri data.
Penggunaan pemindai kde garis jika memungkinkan. Rekonsilasi jumlah yang tercatat dengan perhitungan fisik secara periodic.

6.      Hilangnya data
Buat cadangan dan perencanaan pemulihan dari bencana, batasi akses ke data biaya.

7.      Kinerja yang kurang baik.
Pelaporan yang lebih baik dan tepat waktu.

Kebutuhan Informasi Siklus Produksi dan Model Data 
    Dua kritik utama dari sistem akuntansi biaya tradisional :
- Alokasi biaya overhead yang tidak tepat --> solusinya sistem ABC.
- Ukuran kinerja yang tidak akurat --> model data siklus produksi terpadu.





Selasa, 04 Februari 2014

Tugas 4.2 Pengertian Siklus Pengeluaran

  Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa (Romney & Steinbert, 2005).

Tujuan siklus pengeluaran:
  • Memastikan bahwa semua barang atau jasa dipesan sesuai kebutuhan.
  • Menerima semua barang yg dipesan dan memastikan barang tsb dalam kondisi baik.
  • Mengamankan barang hingga diperlukan.
  • Memastikan bahwa faktur berkaitan dg barang atau jasa sah dan benar.
  • Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dan pengeluaran kas dg cepat dan akurat.
  • Mem-posting kewajiban dan pengeluaran kas pada rekening supplier yg tepat pada buku besar dan buku pembantu hutang.
  • Memastikan bahwa semua pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yg telah diotorisasi
Diagram Siklus Pengeluaran :

Pada Siklus Pengeluaran terdapat 3 Aktivitas dari Bisnis, yaitu :

1. Memesan Barang, Pesediaan, dan Jasa
         Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Keputusan penting yang dibut dalam langkah ini adalah mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dan dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam proses pemesanan barang adalah pesanan pembeliaan (purchase order).

2. Menerima dan Menyimpan Barang, Persediaan, dan Jasa
        Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk mengecek dan menerima kiriman dari para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam  proses penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)

3. Membayar untuk Barang, Persediaan dan Jasa
       Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

didalam Siklus Pengeluaran terdapat Transaksi dan Dokumen, yaitu :
Transaksi
Dokumen
     -          Pengeluaran Kas  
      -          Cek

     -          Retur Pembelian
      -          Memo debit
      -          Dokumen /Nota Pembayaran Biaya

     -          Pembelian Kredit
      -          Permintaan pembelian
      -          Pesanan penerimaan
      -          Laporan penerimaan
      -          voucher
  • Pengendalian Siklus Pengeluaran
Aktivitas Pengendalian
Pemrosesan Penjualan
Penerimaan Kas
Otorisasi transaksi
Pengendalian persediaan
Bagia utang usaha mengotorisasi pembayaran
Pemisahan penugasan
Pengendalian persediaan dipisahkan dari dipisahan dari bagian pembelian dan penyimpanan persediaan. Buku besar utang usaha terpisah dari buku besar.
Pisahkan bagian buku besar pembantu utang usaha, pengeluaran kas, dan buku besar
Supervisi
Bagian penerimaan
Catatan akuntansi
Buku pembantu utang usaha, buku besar, filepermintaan pembelian, filepesanan pembelian, filelaporan penerimaan
File voucher utang, buku pembantu utang usaha, jurnal pengeluaran kas, akun kas di buku besar.
Akses
Keamanan fisik aktiva. Batas akses hanya ke catatan akuntansi di atas
Keamanan yang memandai atas kas. Batas akses ke barbagai catatan akuntansi di atas
Verifikasi independen
Bagian utang dengan merekonsiliasi berbagai dokumen sumber sebelum mencatat kewajiban. Bagian buku besar merekonsiliasi akurasi umum proses tersebut
Peninjauan akhir okeh bagian pengeluaran kas. Rekonsiliasi keseluruhan oleh bagian buku besar. Rekonsiliasi bank secara berkala oleh kontroler


Senin, 27 Januari 2014

Tugas 4.1 Siklus Pendapatan


  •      Pengertian Siklus Pendapatan

Siklus Pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan – penjualan tersebut. Siklus Pendapatan juga dapat diartikan sebagai prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai denganpenerimaan kas.
  • Tujuan utama Siklus Pendapatan

Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Selain mempunyai tujuan utama, Siklus Pendapatan pun mempunyai tujuan – tujuan yang lain, diantaranya :
-          Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
-          Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi)
-          Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
-          Semua transaksi dicatat dengan akurat
-          Aset dijaga dari kehilangan ataupun pencurian

  •        Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan

Untuk melakukan aktivitas dasar bisnis dalam siklus pendapatan, maka dapat dilakukan 4 cara, yaitu :
1.      Penerimaan pesanan dari pelanggan
Hal – hal yang bisa dilakukan dalam aktivitas ini adalah :
-          Mengambil pesanan pelangga
-          Persetujuan kredit
-          Memeriksa ketersediaan persediaan
-          Menjawab permintaan pelanggan
2.      Pengiriman barang
Hal – hal yang bisa dilakukan dalam aktivitas ini adalah :
-          Ambil dan pak pesanan
-          Kirim pesanan
3.      Penagihan dan piutang perusahaan
Hal – hal yang bisa dilakukan dalam aktivitas ini adalah :
-          Penagihan
-          Pemeliharaan data piutang perusahaan
-          Pengecualian : penyesuaian rekening dan penghapusan
4.      Penagihan kas
-          Menangani kiriman uang pelanggan dan menyimpannya ke Bank

  •       Ancaman dan Pengendalian Siklus Pendapatan
Proses / Aktivitas
Ancaman
Procedure pengendalian yang dapat diterapkan
Entri pesanan penjual
1.      Pesanan pelanggan yang tidak lengkap / akurat
Pemeriksaan edit entri data

2.      Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk
Persetujuan kredit oleh manajer bag. Kredit bukan oleh fungsi penjualan: catt yang akurat atas saldo rek. pelanggan

3.      Legitimasi pesanan
Ttd diatas dokumen kertas, ttd digital dan sertifikat digital untuk e-biz

4.      Habisnya persediaan
Sistem pengendalian persediaan
Pengiriman
1.      Kesalahan pengiriman : barang, jumlah dan alamat
Rekonsiliasi pesanan penjulana dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan: pemindai kode garis Pengendalian aplikasi entri data

2.      Pencurian persediaan
Batasi akses fisik ke persediaan
Penagihan dan piutang usaha
1.      Kegagalan untuk menagih pelanggan
Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan

2.      Kesalahan dalam penagihan
Pengendalian edit entri data Daftar harga

3.      Kesalahan dalam memasukan data ketika memperbarui piutang usaha
Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar: laporan bulanan ke pelanggan
Penagihan kas
1.      Pencurian kas
Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox; konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan Rekonsiliasi periodic laporan bank dengan catt seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas
Masalah pengendalian umum
1.      Kehilangan data
Prosedur cadangan dan pemulihan dari bencana; pengendalian akses (secara fisik dan logis)

2.      Kinerja yang buruk
Persiapan dan tinjauan laporan kinerja

sumber : http://dwiisti-dwiistiyan.blogspot.com/2013/01/siklus-pendapatan.html

Rabu, 04 Desember 2013

Tugas 3.7 Elemen Pengendalian Internal Versi COSO

Menurut COSO (Committee Of Sponsoring Organization of The Treadway Commissions) terdapat 5 unsur dan 26 sub komponennya yaitu :

1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.

a) Integritas dan Nilai Etika
b) Komitmen pada kompetensi
c) Filosofis manajemen dan gaya operasi
d) Struktur organisasi
e) Penetapan otoritas dan pertanggungjawaban
f) Kebijakan dan prosedur SDM

2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi.

a) Perumusan tujuan secara keseluruhan
b) Perumusan tujuan instansi pada tingkat kegiatan
c) Identifikasi resiko
d) Analisis resiko
e) Mengelola Resiko

3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.

a) Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
b) Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
c) Pemrosesan informasi
d) Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset
e) Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kerja
f) Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting diantara pegawai yang berbeda untuk mengurangi kesalahan, pemborosan atau kecurangan
g) Pelaksanaan transaksi dan kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
h) Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak
i) Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
j) Pengendalian intern dan semua transaksi serta kejadian penting lainnya didokumentasikan dengan jelas

4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.

a) Informasi
b) Komunikasi

5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.

a) Monitoring kegiatan yang sedang berjalan
b) Evaluasi yang terpisah
c) Tindak lanjut atas temuan audit

sumber : - http://keuanganlsm.com/definisi-pengendalian-internal-versi-coso/
             - http://rizfamoslem.blogspot.com/2012/11/elemen-elemen-struktur-pengendalian.html

Selasa, 03 Desember 2013

Tugas 3.6 Pengendalian Intern (Versi COSO)

Sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan.
Definisi COSO tentang pengendalian intern sebagai berikut: Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories:

  • Effectiveness and efficiency of operations 
  • Realibillty of Financial Reporting Compliance with 
  • Applicable laws and regulations. 
Atau terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut : sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:

  • Efektivitas dan efisiensi operasi 
  • Keandalan pelaporan keuangan 
  • Kepetuhan kerhadap hukum dan peraturan yang berlaku). 
COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.

sumber : http://keuanganlsm.com/definisi-pengendalian-internal-versi-coso/

Tugas 3.5 Arti dari COBIT

Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.



COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :

1. Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
2. Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
3. Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
4. Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).

COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

Kerangka Kerja COBIT :

  • Control Objectives

Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.

  • Audit Guidelines

Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.

  • Management Guidelines

Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
2. Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
3. Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
4. Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
5. Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
6. Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.

Manfaat dan Pengguna COBIT :

  • Direktur dan Eksekutif

Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.

  • Manajemen

1.  Untuk mengambil keputusan investasi TI.
2. Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
3.  Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.

  • Pengguna

Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.

  • Auditors

1. Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
2. Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

sumber : - http://id.wikipedia.org/wiki/COBIT
             - http://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/