Rabu, 04 Desember 2013

Tugas 3.7 Elemen Pengendalian Internal Versi COSO

Menurut COSO (Committee Of Sponsoring Organization of The Treadway Commissions) terdapat 5 unsur dan 26 sub komponennya yaitu :

1. Lingkungan pengendalian (control environment). Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.

a) Integritas dan Nilai Etika
b) Komitmen pada kompetensi
c) Filosofis manajemen dan gaya operasi
d) Struktur organisasi
e) Penetapan otoritas dan pertanggungjawaban
f) Kebijakan dan prosedur SDM

2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi.

a) Perumusan tujuan secara keseluruhan
b) Perumusan tujuan instansi pada tingkat kegiatan
c) Identifikasi resiko
d) Analisis resiko
e) Mengelola Resiko

3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.

a) Review pencapaian kinerja utama instansi pemerintah oleh jajaran pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan
b) Pembinaan SDM untuk mencapai hasil yang diharapkan
c) Pemrosesan informasi
d) Pengendalian fisik aset rawan untuk menjaga dan mengamankan aset
e) Penetapan dan pemantauan indikator dan ukuran kerja
f) Pemisahan tugas dan tanggung jawab penting diantara pegawai yang berbeda untuk mengurangi kesalahan, pemborosan atau kecurangan
g) Pelaksanaan transaksi dan kejadian berdasarkan otorisasi dan dilaksanakan oleh pengawas yang layak
h) Pencatatan transaksi dan kejadian penting lainnya diklasifikasikan dan dicatat secara layak
i) Pembatasan akses dan pertanggungjawaban atas sumber daya dan pertanggungjawaban atas penyimpangan ditetapkan
j) Pengendalian intern dan semua transaksi serta kejadian penting lainnya didokumentasikan dengan jelas

4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.

a) Informasi
b) Komunikasi

5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.

a) Monitoring kegiatan yang sedang berjalan
b) Evaluasi yang terpisah
c) Tindak lanjut atas temuan audit

sumber : - http://keuanganlsm.com/definisi-pengendalian-internal-versi-coso/
             - http://rizfamoslem.blogspot.com/2012/11/elemen-elemen-struktur-pengendalian.html

Selasa, 03 Desember 2013

Tugas 3.6 Pengendalian Intern (Versi COSO)

Sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan.
Definisi COSO tentang pengendalian intern sebagai berikut: Internal control is process, affected by entility’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the following categories:

  • Effectiveness and efficiency of operations 
  • Realibillty of Financial Reporting Compliance with 
  • Applicable laws and regulations. 
Atau terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut : sistem pengendalian internal merupakan suatu proses yang melibatkan dewan komisaris, manajemen, dan personil lain, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:

  • Efektivitas dan efisiensi operasi 
  • Keandalan pelaporan keuangan 
  • Kepetuhan kerhadap hukum dan peraturan yang berlaku). 
COSO memandang pengendalian internal merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam organisasi. Pengendalian internal berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan.

sumber : http://keuanganlsm.com/definisi-pengendalian-internal-versi-coso/

Tugas 3.5 Arti dari COBIT

Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA. COBIT 4.1 merupakan versi terbaru.



COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :

1. Perencanaan dan organisasi (plan and organise)
2. Pengadaan dan implementasi (acquire and implement)
3. Pengantaran dan dukungan (deliver and support)
4. Pengawasan dan evaluasi (monitor and evaluate)

Maksud utama COBIT ialah menyediakan kebijakan yang jelas dan good practice untuk IT governance, membantu manajemen senior dalam memahami dan mengelola resiko-resiko yang berhubungan dengan IT. COBIT menyediakan kerangka IT governance dan petunjuk control objective yang detail untuk manajemen, pemilik proses bisnis, user dan auditor.

COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).

COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

Kerangka Kerja COBIT :

  • Control Objectives

Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat-tinggi (high-level control objectives) yang terbagi dalam 4 domain, yaitu : Planning & Organization , Acquisition & Implementation , Delivery & Support , dan Monitoring & Evaluation.

  • Audit Guidelines

Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendalian yang bersifat rinci (detailed control objectives) untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance dan/atau saran perbaikan.

  • Management Guidelines

Berisi arahan, baik secara umum maupun spesifik, mengenai apa saja yang mesti dilakukan, terutama agar dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

1. Sejauh mana TI harus bergerak atau digunakan, dan apakah biaya TI yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat yang dihasilkannya.
2. Apa saja indikator untuk suatu kinerja yang bagus.
3. Apa saja faktor atau kondisi yang harus diciptakan agar dapat mencapai sukses ( critical success factors ).
4. Apa saja risiko-risiko yang timbul, apabila kita tidak mencapai sasaran yang ditentukan.
5. Bagaimana dengan perusahaan lainnya, apa yang mereka lakukan.
6. Bagaimana mengukur keberhasilan dan bagaimana pula membandingkannya.

Manfaat dan Pengguna COBIT :

  • Direktur dan Eksekutif

Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.

  • Manajemen

1.  Untuk mengambil keputusan investasi TI.
2. Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
3.  Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.

  • Pengguna

Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.

  • Auditors

1. Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
2. Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

sumber : - http://id.wikipedia.org/wiki/COBIT
             - http://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/

Senin, 02 Desember 2013

Tugas 3.4 Arti dari COSO

Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, adalah suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka.

COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional;
1.  American Institute of Certified Public Accountants (AICPA
2.  American Accounting Association (AAA)
3.   Financial Executives Institute (FEI)
4.   The Institute of Internal Auditors (IAA)
5.  The Institute of Management Accountants (IMA)

COSO terdiri dari 5 komponen, yaitu :

1. Control environment
Tindakan atau kebijakan  manajemen yang mencerminkan sikap manajemen puncak secara keseluruhan dalam pengendalian manajemen. Yang termasuk dalam control environment:

- Integrity and ethical values (integritas dan nilai etika)
- Commitment to competence (komitmen terhadap kompetensi)
- Board of Directors and audit committee (dewan komisaris dan komite audit)
- Management’s philosophy and operating style (filosofi manajemen dan gaya mengelola operasi)
- Organizational structure (struktur organisasi)
- Human resource policies and procedures (kebijakan sumber daya manusia dan prosedurnya)

2. Risk assessment
Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi, menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum. Yang termasuk dalam risk assessment:

- Company-wide objectives (tujuan perusahaan secara keseluruhan)
- Process-level objectives (tujuan di setiap tingkat proses)
- Risk identification and analysis (indentifikasi risiko dan analisisnya)
- Managing change (mengelola perubahan)

3. Control activities
Tindakan-tindakan yang diambil manajemen dalam rangka pengendalian intern. Yang termasuk control activities:

- Policies and procedures (kebijakan dan prosedur)
- Security (application and network) –> (keamanan dalam hal aplikasi dan jaringan)
- Application change management (manajemen perubahan aplikasi)
- Business continuity or backups (kelangsungan bisnis)
- Outsourcing (memakai tenaga outsourcing)

4. Information and communication
Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan transaksi yang sesuai untuk menjaga akuntablitas. Yang termasuk komponen ini adalah sebagai berikut.

- Quality of information (kualitas informasi)
- Effectiveness of communication (efektivitas komunikasi)

5. Monitoring
Peniilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun periodik untuk memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan penyesuian yang diperlukan sesuai kondisi yang ada. Yang termasuk di dalam komponen ini, yakni:

- On-going monitoring (pengawasan yang terus berlangsung)
- Separate evaluations (evaluasi yang terpisah)
- Reporting deficiencies (melaporkan kekurangan-kekurangan yang terjadi)

sumber : - http://id.wikipedia.org/wiki/COSO
             - http://sciencebooth.com/2013/05/21/pengertian-dan-komponen-coso-framework/

Minggu, 01 Desember 2013

Tugas 3.3 Hambatan Pasif dan contohnya

Hambatan pasif adalah hambatan yang terjadi karna tidak disengaja. Hambatan pasif bisa terjadi karna kesalahan yang dilakukan manusia, atau bisa juga karna faktor alam. Hambatan-hambatan pasif juga meliputi masalah-masalah seperti gangguan pada tenaga dan perangkat keras. Pengendalian pada hambatan-hambatan semacam itu dapat bersifat preventif maupun korelatif Toleransi kesalahan dalam hal kegagalan sumber tenaga dilakukan dengan membuat pasokan uninterruptable power supply (UPS). Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.

Contoh dari hambatan pasif adalah:
terjadinya bencana alam yang menyebabkan rusaknya komponen komponen terkait. termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai.
hambatan pasif bisa juga terjadi karna kegagalan komponen yang disebabkan kurangnya komponen pendukung, seperti komputer yang secara tiba-tiba mati karena prosessor yang ada pada di cpu terjadi kerusakan , atau tidak berjalannya suatu aplikasi atau program dikarenakan spesifikasi dari hardware tidak memenuhi syarat.

Sabtu, 30 November 2013

Tugas 3.2 Hambatan Aktif dan Contohnya

Hambatan  adalah eksploitasi potensial dari kerentanan. Hambatan aktif mencakup penggelapan terhadap komputer dan sabotase terhadap komputer Terdapat sedikitnya lima metode yang dapat dipakai oleh orang untuk melakukan penggelapan komputer.

Orang yang menimbulkan hambatan dalam sistem komputer:

  • KARYAWAN SISTEM KOMPUTER

Mereka adalah yang menginstalasikan perengkat keras, perangkat lunak, memeperbaiki perangkat keras, dan memperbaiki kesalahan kecil pada perangkat lunak. Dalam banyak aksus, orang-orang ini harus memiliki akses atas pengamanan tingkat tinggi computer, guna memperlancar pekerjaan mereka. Sebagai contoh, orang yang menginstalasikan bersi baru program akuntansi seirngkali diberikan akses yang lengkap ke catalog berkas yang memuat sistem akuntansi dan berkas-berkas data yang berkaitan.

  • PEMROGRAM

Pemrogram sistem seringkali menuliskan programnya untuk memodifikasi atau memperbaiki sistem operasi. Orang-orang itu umumnya memiliki akses khusus ke seluruh berkas perusahaan. Pemrogram aplikasi dapat membuat modifikasi yang menganggu program-program yang ada, atau menuliskan program baru yang tidak memuaskan.

  • OPERATOR KOMPUTER

Orang-orang yang merencanakan dan memonitor operasi computer dan jaringan komunikasi disebut operator computer dan operator jaringan

  • KARYAWAN ADMINSITRATIF SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTER

Penyelia sistem merupakan orang yang mempunyai posisi dengan kepercayaan besar. Orang-orang ini secara normal memiliki akses ke pengamanan rahasia, berkas, program, dan sebagainya

  • KLERK PENGENDALIAN DATA

Mereka yang bertanggungjawab atas pemasukan data secra manual maupun terotomasi ke sistem computer disebut klerk-klerk pengendalian data. Orang-orang ini berada dalam posisi yang menungkinkan untuk memanipulasi pemasukan data.

Contoh hambatan aktif dalam suatu sistem yaitu :

1. Manipulasi Masukan.
Dalam sebagian besar kasus penggelapan computer, manipulasi masukan merupakan salah satu metode yang digunakan. Metode ini hanya membutuhkan sedikit kemampuan teknis saja. Orang yang menggangu masukan computer bisa saja sama sekali tidak tahu bagaimana computer beroperasi.

2. Gangguan Program.
Gangguan program barangkali merupakan metode yang paling sedikit digunakan dalam penggelapan computer. Ini karena untuk melakukannya dibutuhkan kemampuan pemrograman yang hanya dipunyai oleh sedikit orang saja. Juga, di banyak perusahaan besar terdapat metode pengujian program yang dapat digunakan untuk mendeteksi program yang diganggu.

3. Gangguan berkas secara langsung.
Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang melakukan potong jalur terhadap proses normal untuk pemasukan data ke program-program computer. Jika ini terjadi, maka akibatnya sangat merusak.

4. Pencurian data.
Pencurian data terhadap data-data penting merupakan masalah serius dalam bisnis sekarang ini. Dalam banyak indurstri yang sangat kompetitif, telah terjadi pencurian informasi kuantitatif maupun kualitatif mengenai pesaing.

5. Sabotase.
 Sabotase komputer menciptakan bahaya serius terhadap instalasi komputer. Pengrusakan terhadap komputer atau perangkat lunak dapat mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Karyawan-karyawan yang tidak puas, khususnya yang dipecat, biasanya menjadi sumber sabotase terhadap sistem komputer. Dalam beberapa kasus, para pengganggu dapat memanfaatkan sabotase untuk menutupi penggelapan yang ia lakukan. Sebagai contoh, seseorang dapat mencuri berkas master dan kemudian ia menutupi ia perbuatannya dengan menyabotase disk komputer atau media lain.

sumber : http://rizfamoslem.blogspot.com/2012/11/hambatan-aktif-dalam-sistem.html

Tugas 3.1 Kerentanan dalam Sistem

Kerentanan sendiri memiliki arti menghasilkan sesuatu yang tidak dapat diduga. Sehingga dengan kata lain sistem bisa saja menadi tidak stabil akibat gangguan dari dalam maupun dari luar sistem. sedangkan Sistem sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks.
Jadi, kerentanan dalam sistem dapat diartikan suatu kelemahan dalam suatu komponen atau elemen yang saling berintegrasi. Segala sesuatu di dunia ini pasti mempunyai kelemahannya masing-masing. Begitu juga dalam sistem, penggunaan atau akses yang tidak sah, perangkat lunak yang tidak berfungsi, kerusakan pada perangkat keras, gangguan dalam komunikasi, bencana alam, dan kesalahan yang dilakukan oleh petugas merupakan beberapa contoh betapa rentannya sistem informasi menghadapi berbagai risiko dan potensi risiko yang kemungkinan timbul dari penggunaan sistem informasi yang ada. Jika membicarakan tentang kerentanan pasti berhubungan dengan ancaman. Karena ada kerentanan maka pasti akan ada ancaman-ancaman dalam sistem.
Ada dua pendekatan dasar yang dipakai untuk meneliti kerentanan dan ancaman-ancaman sistem informasi:
1. Pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko
2. Pendekatan kwalitatif Di dalam pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko, setiap kemungkinan kerugian dihitung sesuai hasil biaya kerugian perorangan dikalikan dengan kemungkinan munculnya.

yang dapat menyebabkan sistem mendapat gangguan :

Gangguan intern :
1. Kerusakan jaringan komputer
2. Ketidak tahuan pengguna
3. Kehilangan data
4. Gangguan ekstern :

Bencana alam :
1. Serangan malware
2. Pencurian data

sumber :  http://tember-lio.blogspot.com/2012/11/kerentanan-dalam-sistem_6106.html

Selasa, 05 November 2013

Tugas 2.2 Simbol Masukan pada Flowchart dan Artinya

Berikut adalah simbol-simbol yang digunakan untuk masukan dalam flowchart :


sumber : Buku Algoritma dan Pemrograman, Kary : Suryadi H.S dan Agus Sumin

Senin, 04 November 2013

Tugas 2.1 Pengertian Flowchart dan Simbol Dasar Flowchart


  •      Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
    Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahsa pemrograman.


    • Pedoman-Pedoman dalam Membuat Diagram Alir (Flowchart)
    Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk yang harus diperhatikan, seperti :

    1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
    2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
    3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
    4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja misalkanMENGHITUNG PAJAK PENJUALAN.
    5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
    6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati.Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
    7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar.

    •        Jenis-Jenis Diagram Alir (Flowchart)

    1.       Flowchart terbagi atas lima jenis, yaitu :
    2.       Flowchart Sistem (System Flowchart)
    3.       Flowchart Paperwork / Flowchart Dokumen (Document Flowchart)
    4.       Flowchart Skematik (Schematic Flowchart)
    5.       Flowchart Program (Program Flowchart)
    6.       Flowchart Proses (Process Flowchart)


    • Simbol-simbol flowchart
    Flowchart disusun dengan simbol-simbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang dipakai antara lain :

      Sumber : Catatan Kuliah dan Buku Algoritma dan Pemrograman karya : Surya H.S dan Agus Sumin

      Sabtu, 02 November 2013

      Tugas 2.3 Simbol Pemrosesan dan Artinya

      Berikut ini adalah simbol - simbol pemrosesan yang digunakan dalam diagram flowchart :



      Sumber : Buku Algoritma dan Pemrograman ,Karya: Surya H.S dan Agus Sumin

      Jumat, 01 November 2013

      Tugas 2.4 Simbol Tambahan Pada Flowchart dan Artinya

      Berikut adalah simbol - simbol tambahan yang digunakan didala flowchart :

      Sumber : Algoritma dan Pemrograman, Karya : Surya H.S dan Agus Sumin

      Tugas 2.5 Pengertian Data Flow Diagram dan contoh DFD

      Data flow diagram (DFD) merupakan suatu modelling tools yang menggambarkan suatu sistem sebagai suatu jaringan proses/fungsi yang dihubungkan satu sama lain oleh alur data.
      DFD memiliki 4 komponen, yaitu :

      1. Proses
                 proses menggambarkan bagian dari sistem yang mengubah input menjadi output, proses disimbolkan dengan lingkaran/persegi panjang yang ujungnya melengkung, pemberian nama untuk proses dapat dilakukan dengan menggunakan satu kata tunggal, atau anak kalimat atau kalimat sederhana.

      2. Alur data/data flow
                  menggambarkan perpindahan data/informasi dari suatu bagian ke bagian lain, disimbolkan dengan anak panah untuk menunjukan keluar dari atau masuk ke suatu proses, diberi nama yang ditulis rada/disamping anak panah
      Konsep penggambaran alur data :

      • konsep paket dari data (packets of data
      • konsep alur data menyebar
      • konsep alur data mengumpul 
      • konsep sumber dan tujuan alur data
      3. Data Storage/Penyimpanan data
                   digunakan sebagai sarana untuk pengumpulan data, disimbolkan dengan 2 garis horizontal yang sejajar secara parallel, memiliki nama yang menunjukan nama dari filenya

      4. Terminator
                   merupakan sumber atau tujuan alur data, dikenal sebagai entity atau external dicity,disimbolkan dengan persegi panjang.
      ada 3 hal penting yang harus diingat tentang terminator :
      1. terminator merupakan bagian luar dari sistem
      2. sistem tidak dapat mengubah cara kerja terminator
      3. hubungan antara terminator tidak ditunjukan dalam DFD

      Syarat - Syarat pembuatan DFD :
      1. Pilih nama yang mempunyai arti untuk masing-masing komponen DFD
      2. Beri nomor untuk proses
      3. Buat DFD seindah mungkin
      4. Hindari DFD yang rumit
      5. Konsisten secara internal dalam kelompok DFD lainnya

      Levelisasi DFD :
      a. Diagram Konteks
           merupakan diagram yang tingkatannya paling atas, yang terdiri dari satu proses yang menggambarkan ruang lingkup sistem
      b. Diagram Zero
           diagram tingkat menengah, yang menggambarkan proses utama dari sistem
      c. Diagram Detail
           diagram yang tingkatanya paling rendah, menggambarkan uraian dari proses utama, diagram detail yang diuraikan lagi disebut diagram primitive

      Jenis DFD :
      1. DFD Logic
      2. DFD fisik

      Contoh Data Flow Diagram (DFD)


      Sumber : Catatan Kuliah " Analisis sistem informasi"

      Sabtu, 12 Oktober 2013

      Tugas 1.2 Pengertian Informasi

      Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output .

      Berikut ini adalah pengertian dan definisi informasi menurut beberapa ahli:


      #  JONER HASUGIAN
      Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media

      # KENNETH C. LAUDON
      Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia

      # ANTON M. MOELIONO
      Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan

      # GORDON B. DAVIS
      Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya

      # ROBERT G. MURDICK
      Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan

      # KUSRINI
      Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi

      # DAVIS
                 Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang

      Kualitas informasi;

      Tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
      • Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
      • Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
      • Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

      Metode pengumpulan data / Informasi
      1.  Pengamatan langsung
      2.  Wawancara
      3.  Perkiraan koserponden
      4.  Daftar pertanyaan

      Referensi :

      Kamis, 10 Oktober 2013

      Tugas 1.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

      Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
      Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :

      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
      Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
      Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
      Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

      Ciri dalam transaksi SIA :

      Menghasilkan jumlah data yg besar, yg tiap hari selalu diproses, disimpan dan membutuhkan kecepatan akses yg cepat serta keakuratan yg tinggi
      Membutuhkan kemudahan dalam pengoperasian pengontrolan serta prosedur error-checking yg baik dalam menjaga sekuritas dan keakuratan data
      Dirancang khusus untuk kemudahan audit data, serta tracing (menelusuri) transaksi yg terjadi
      Beberapa menggunakan aplikasi DDS dan MIS, misal digunakan dalam menentukan estimasi dan perencanaan anggaran.
      menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak. SIA ini sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha sebagai tolak ukur seberapa besar usaha kita sudah berkembang.
      Data transaksi yang dimiliki oleh perusahaan akan dikumpulkan dan diproses menggunakan sebuah sistem, sistem tersebutlah yang dimaksud dengan sistem informasi akuntansi, selain untuk mengumpulkan dan memproses data transaksi yang dimiliki, oleh perusahaan sistem informasi akuntansi juga digunakan untuk mendistribusikan informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut kepada pihak yang berkepentingan.
      Dari uraian diatas mungkin akan muncul sebuah pertanyaan, kenapa data transaksi harus dikumpulkan dan diproses ? Yah, perusahaan perlu untuk mengumpulkan dan memproses data transaksi yang ada, misalkan saja kita sebagai pemilik perusahaan, ada data transaksi untuk pembelian bahan baku, kita sebagai pemilik perusahaan tidak maukan data transaksi untuk pembelian bahan baku tersebut hilang entah kemana dan tidak dicatat, jika hal tersebut terjadi bagaimana perusahaan menentukan jumlah yang digunakan untuk membeli bahan baku, maka dari itu perusahaan membutuhkan sistem informasi akuntansi, karena jika perusahaan tidak memilikinya maka perusahaan akan memiliki informasi yang tidak akurat dan kemungkinan besar perusahaan akan mengalami pemborosan dalam beroperasi. Contoh kasus "bahan baku" tersebut hanya satu contoh dari buruknya sistem informasi akuntansi yang dimiliki suatu perusahaan, bisa kita bayangkan jika perusahaan tersebut benar-benar memiliki sistem informasi akuntansi yang buruk, atau malah tidak ada sistem informasi akuntansi, sungguh akan kacau perusahaan tersebut !
      Bagaimana perusahaan yang tidak memiliki sistem informasi akuntansi dapat mengontrol piutang atau hutang yang dimilikinya jika data tersebut hilang, atau tidak diketahui, hal tersebut bisa mengakibatkan kerugian yang besar bagi perusahaan, karena itulah sebuah sistem informasi akuntansi sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan. 

      Sistem Informasi Akuntansi Yang Baik :

      Percuma dan akan sangat sia-sia jika perusahaan memiliki sistem informasi akuntansi namun sistem tersebut tidak bisa diandalkan. Manajemen sangat membutuhkan sistem informasi akuntansi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan. Jika didalam perusahaan terdapat sistem informasi akuntansi yang baik, setidaknya sistem tersebut akan membantu manajemen untuk mengetahui informasi sebagai berikut :
      1. Informasi mengenai penjualan, dengan informasi penjualan, manajemen dapat membandingkan penjualan yang telah dicapai saat ini dengan penjualan sebelumnya (per periode)
      Informasi mengenai hutang, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran dan jenis hutang yang ada
      2. Informasi mengenai arus kas, dengan informasi ini manajemen dapat melihat besaran arus kas yang terjadi, baik arus kas masuk maupun arus kas keluar
      3. Informasi mengenai divisi produk, jika perusahaan tidak hanya memiliki satu produk, dengan informasi ini manajemen dapat melihat apakah divisi-divisi yang dimiliki perusahaan ada yang mengalami kerugian
      4. Informasi untuk menganalisis apakah akan menaikkan dividen atau tidak kepada para pemegang saham.
      Selain lima informasi yang dapat diperoleh oleh manajemen dengan baiknya sistem informasi akuntansi perusahaan, sistem informasi akuntansi juga dapat memberikan informasi-informasi lainnya kepada manajemen. Jika sistem informasi akuntansi benar-benar baik, maka informasi-informasi dengan mudah dapat diperoleh oleh manajemen yang mungkin dapat digunakan untuk bahan kajian atau evaluasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

      Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi :
      1. Melaksanakan tugas yang diperlukan 
      2. Berpegang pada prosedure yang relatif standar
      3. Menangani data yang rinci
      4. Berfokus histori
      5. Menyediakan informasi pemecahan yang minimal

      Referensi :
      http://www.omegaakuntansi.com/none/sistem-informasi-akuntansi/
      http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-sistem-informasi-akuntansi/
      Catatan Kuliah Pribadi

      Selasa, 08 Oktober 2013

      Tugas 1.3 Pengertian Akuntansi

      Dalam dunia usaha, ilmu akuntansi memegang peranan yang sangat penting dalam menjalankan operasi perusahaan tersebut, apabila ilmu akuntansi pada perusahaan diterapkan dengan baik, maka perusahaan dapat lebih profesional dan bijaksana dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil benar-benar menunjang keberhasilan usaha.

      Pengertian akuntansi menurut American Institute of Certified Public Accounting (AICPA) dalam Ahmed Riahi Balkaoui mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterprestasikan hasil tersebut (Balkaoui, 2000:37).

      Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess pengertian akuntansi adalah sebagai berikut: Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem akuntansi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Niswonger, 1999:6).

      Menurut Sugiarto dan Suwardjono akuntansi dapat didefinisikan dari dua segi yaitu: Pertama dari segi ilmu akuntansi yang berarti keseluruhan pengetahuan yang bersangkutan dengan fungsi menghasilkan informasi keuangan suatu unit organisasi kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan. Kedua dari segi proses atau kegiatannya akuntansi dapat diartikan sebagai kegiatan pencatatan, penyortiran, penggolongan, pengikhtisaran, peringkasan dan penyajian transaksi keuangan suatu unit organisasi dengan cara tertentu (Sugiarto, 1999:4).

      Pengertian akuntansi menurut Accounting Principle Board (APB) Statement no. 4 dalam Sofyan Syafri Harahap sebagai berikut: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar memilih diantara beberapa alternatif (Harahap, 2005:4).
      Dari definisi diatas akuntansi mengandung dua hal. Pertama, akuntansi memberikan jasa, maksudnya kita harus memanfaatkan sumber–sumber yang ada (misalnya : sumber daya alam, tenaga kerja dan kekayaan keuangan) dengan bijaksana sehingga kita dapat memaksimalkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, semakin baik system akuntansi yang mengukur dan melaporkan biaya penggunaan sumber daya tersebut, maka akan semakin baik juga keputusan yang di ambil untuk mengalokasikannya. Kedua, akuntansi menyediakan informasi kauangan yang bersifat kuantitatif yang di gunakan dalam kaitannya dengan evaluasi kualitatif dalam membuat perhitungan. Sehingga informasi masa lalu yang disediakan akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi masa mendatang.

      Pada umumnya tujuan akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari satu kesatuan ekonomi kepada pihak–pihak yang berkepentingan. Sedangkan hasil dari proses akuntansi yang berbentuk laporan keuangan yang diharapkan dapat membantu bagi pemakai informasi keuangan.

      Konsep Dasar Akuntansi
      dalam penerapan akuntansi ada hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai konsep dasar akuntansi, yaitu :

      a. Kesatuan usaha (business entity)
      b. Dasar–dasar pencatatan
      c. Konsep periode waktu
      d. Unit moneter
      e. Transaksi
      f. Kelangsungan Usaha (going concern)

      Referensi :
      Harahap,Sofyan Syafri. 2005. Teori Akuntansi. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta.
      http://www.kajianpustaka.com/2013/01/pengertian-dan-konsep-akuntansi.html#.UlE839Lrxm0

      Senin, 07 Oktober 2013

      Tugas 1.1 Pengertian Sistem

      Sistem berasal dari bahasa Latin dan bahasa yunani adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan untuk memudahkan aliran informasi,materi atau energi. istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi dimana suatu model matematika seringkali dibuat.
      sistem juga merupakan kesatuan bagian - bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item - item penggerak,contoh umum misalnya sperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berasa dinegara tersebut.

      Elemen dalam Sistem :
      pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri dari empat elemen, yaitu :
      1. objek : yang dapat berupa bagian, elemen ataupun variabel
      2. atribut : yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objk
      3. hubungan internal : diantara objek-objek didalamnya
      4. lingkungan : tempat dimana sistem berada

      Jenis Sistem :
      ada berbagai jenis sistem berdasarkan kategori :
      1. Atas dasar keterbukaan
          a. sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya
          b. sistem tertutup
      2. Atas dasar Komponen
          a. sistem fisik, dengan komponen materi dan energi
          b. sistem non fisik atau konsep, berisikan ide - ide

      Referensi :
      Catatan Kuliah Pribadi

      Sabtu, 15 Juni 2013

      BLSM, Bisa Menjadi “Madu” dan “Racun”

      Jelang rencana pemerintahan menaikan harga Bahan Bakar Minyak Bumi (BBM) yang akan dilaksanakan pada bulan juni tahun ini, akan menambah beban masyarakat yang kurang mampu yang akan mendapat imbasnya dari keputusan pemerintahan ini. Indonesia yang kaya akan hasil minyak bumi seharusnya dapat memudahkan masyarakatnya untuk mendapatkan nya dengan harga yang masih relatife terjangkau dengan semua kalangan, tapi sekarang karena kenaikan harga BBM ini maka semua harga bahan pokok lainnya pun akan kena imbas untuk dinaikan juga, inikah yang diingin kan pemerintah kita ??

      Seiring dengan kenaikan ini pemerintah akan membagikan 15,5 juta kartu untuk dibagikan kepada masyarakat miskin penerima BLSM. Kartu ini akan digunakan untuk mendapatkan bantuan, baik beras untuk rakyat miskin (RASKIN), Bantuan siswa miskin (BSM), Program keluarga harapan (PKH). Saat ini kartu pembagian kompensasi itu masih dalam proses percetakan dan akan dibagikan saat pemerintah mulai menyalurkan dana kompensasi.

      Pada tanggal 6 Mei 2013 kemarin Komisi VIII DPR, telah rampung menyapakati adanya program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), bantuan ini sebagai konsekuensi dari adanya kenaikan BBM. Pemerintah bersama anggota DPR akhirnya menyapakati besaran BLSM yang akan dikeluarkan selama 5 bulan ini adalah sebesar Rp. 12.009.172.750.000. tentu tibul dalam benak kita apa dana sebesar ini hanya akan digunakan untuk jangka waktu 5 bulan ? segitu banyak kah rakyat miskin dibumi ini sehingga hanya untuk BLSM saja mengeluarkan biaya sebesar 12 triliun ?

      Pakar Hukum Tata Negara, Irman Putra Sidin mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM dan membagikan BLSM bisa menjadi “MADU” dan “RACUN” bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
      “Madu, karena karena jikalau kebijakan itu kemudian terlegitimasi, kompensasi dibaliknya seperti BLSM atau BLT menjadi diterima publik sebagai suatu “kedermawanan politik”, maka akan menjadi “madu” bagi kekuatan pemerintahan itu untuk pemilu berikutnya,”

      namun jika kebijakan itu menjadi “Racun, jikalau ternyata kebijakan itu tak terlegitimasi, dan menimbulkan eskalasi penolakan yang besar, maka klausula pemakzulan (impeachment article) Pasal 7A dan Pasal 7B UUD 1945, bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden bisa diberhentikan karena sebab dugaan melakukan “perbuatan tercela” atau “tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden/Wakil Presiden” akan bisa menjadi “racun” yang siap mengancam kelangsungan hidup pemerintahan ini.”

      Saya setuju masyarakat yang kurang mampu perlu dibantu, tapi sampai kapan ini semua akan terjadi ? sampai kapan rakyat miskin akan terus bergantung dari bantuan yang diberikan ? belum tentu semua rakyat miskin menerima bantuan itu.

      Seharusnya pemerintah memikirkan bagaimana memberantas kemiskinan yang terjadi di negara kita ini, bukan hanya membagian bantuan terus menerus tapi alangkah lebih baiknya jika pemerintah mendirikan UKM mandiri, menciptakan lapangan pekerjaan yang merata bagi semua rakyatnya, dari pada terus membagikan bantuan dengan anggaran dana yang belum pasti tiap tahun yang akan dikeluarkan.

      Kemiskinan yang terjadi di negara ini, dikarenakan karena minimnya pendidikan yang diterima oleh semua warga dan karna tidak adanya lapangan pekerjaan untuk mereka. Alangkah baiknya jika dana yang dikeluarkan untuk membantu rakyat miskin, yang tidak pasti akan menjamin hidup rakyat kecil  itu digunakan untuk memperbaiki infrastruktur atau pembangunan dibidang pendidikan dan membangun usaha kecil menengah agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil.

      Sekarang warga masyarakat dapat menilai dengan sendiri mengenai bantuan yang dikeluarkan ini, apakan akan menjadi “Madu” atau akan menjadi “Racun”. Rakyat bukan lah rakyat yang bodoh seperti dulu lagi.

      Sabtu, 01 Juni 2013

      Menjaga Ketahanan Nasional

                 Di era globalisasi ini pemuda-pemudi Indonesia haruslah semakin mengerti apa itu ketahanan nasional serta kita sebagai penerus bangsa juga harus tau cara menjaga ketahanan nasional. Ketahanan Nasional yaitu kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupannasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidupbangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.
      Dalam ketahanan nasional kita punya Asas Ketahanan Nasional diantaranya yaitu Asas Kesejahteraan dan Keamanan, Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu, Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar, Asas Kekeluargaan.
      Dalam diri kita harus tanamkan sifat ketahanan nasional diantaranya mandiri, dinamis, wibawa, konsultasi dan kerjasama. Ini semua merupakan modal awal kita untuk menjaga ketahanan nasional.
      • Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional

      Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :

      Kedudukan :
      ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional

      Fungsi :
      Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

      Jumat, 31 Mei 2013

      Pengalaman Menyenangkan Berpergian Menggunakan Alat Transportasi Umum

      Hai sahabat blogger J …..

      Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan tentang “Pengalaman Menyenangkan Berpergian Menggunakan Transportasi Umum” dan pengalaman yang menyenangkan itu terjadi ketika mudik lebaran,, yaps pasti semua orang udah pada tau kan tradisi ini setiap libur hari raya lebaran pasti deh kita semua ingin pergi mudik,, entah itu kerumah nenek dan kakek dikampung ataupun kerumah saudara yang ada jauh dari kota kita.

      Ini adalah tahun pertama saya dan keluarga ada dikota Jakarta tepatnya ketikan tahun 2008, walaupun masih satu tahun dikota metropolitan ini tapi rasanya masih aneh harus tinggal dikota yang kata orang sih “Kota Keras” tapi mau gimana lagi karena orang tua harus kerja disini jadi kamipun harus pindah deh,, akhirnya ga kerasa juga ternyata inilah awal bulan puasa yang kami jalani disini, diakhir puasa tiba deh saatnya kemas – kemas barang yang akan dibawa mudik kerumah nenek yang ada di Sumatera Selatan tepatnya di Kota Palembang. Kalian semua pasti tau kan jarak dari kota Jakarta ke Palembang itu lumayan jauh apalagi mudik kali ini kami tidak menggunakan pesawat untuk pulang kerumah nenek, setelah barang dikemas dan dimasukan kedalam mobil saudara maka lanjut deh sekarang saatnya kita berangkat menuju Pelabuhan Merak,, nahlohh !! ngapain tuh ke Pelabuhan segala,,  yaps pasti kalian semua udah pada tau kan kalau mudik kali ini saya akan menggunakan Alat Transportasi Kapal Laut.

      Awalnya sih waktu udah mau masuk ke dermaga saya merasa takut, secara kan ini baru kali pertama saya diajak naik kapal laut, apalagi saya itu orangnya suka mabok,, wettssss bukan mabok alcohol yaa temann J tapi mabok darat dan mabok laut. Kalian semua udah pernah belom merasakan mudik dengan menggunakan kapal laut ini ?? bagi yang udah pasti bakal ngerasain deh gimana rasanya, apalagi waktu masih nunggu antrian mobil buat masuk kedalam kapal,, Masya Allah itu lama banget dan panas banget pastinya apalagi ditengah – tengah bulan puasa ini, walau berat tapi puasanya dipastiin ga bolong ko soalnya nanggung udah sore dan bentar lagi mau magrib deh J

      Setelah menunggu sekian lama,, *fuiihh membosankan* akhirnya mobil kamipun masuk kedalam Kapal Feri, *waw* dalem kapalnya ternyata besar juga lohh teman J dan banyak banget mobil yang bisa masuk kedalam kapal ini, mulai dari mobil pribadi, mobil truk dan bahkan ada juga sepeda motor. *ckckckck kuat banget yaa ini kapal*. Setelah mobil udah parker ditempatnya maka dengan cepat ayah mengajak kami untuk segera naik keatas kapal karena ditempat parker ini udaranya sangat panas,, setelah membantu ibu dan tante untuk membawa makanan yang akan kami makan ketika berbuka nanti maka aku pun langsung bergesas untuk naik keataas bagian kapal feri ini.

      *wawww* ternyata indahh banget pemandanganya apalagi disaat senja seperti ini Subhanallah indah banget bumi yang Allah ciptakan untuk kita ini, ternyata pemandangan dilaut itu ga ada tandingannya deh dengan menaiki kendaraan udara. Setelah mendapatkan tempat duduk yang pas aku pun diajak ayah dan adik – adikku untuk mengitari bagian kapal ini, ternyata udah rame banget dengan orang-orang yang ingin melihat keindahan yang ada dilaut lepas sana, ada yang mendokumentasikannya dengan foto lah dan ada pula yang hanya berdiri dipinggir kapal hanya untuk menghirup udara dan melihat laut, tapi selain udara dan laut yang indah ada pengalaman yang menarik lagi nihh teman ,, *hayoo tebakk kira-kira apa coba J * yapsss pemandangan yang baru pertama kali aku lihat yaitu saat kapal masih belum berlayar itu ada segerombolan anak – anak kecil yang *super nekat* iiah lah gimana ga mau nekat, tanpa pelampung dan tanpa pengaman mereka siap untuk meluncur dari atas kapal ke bawah laut hanya untuk mengambil uang yang dilempar oleh para penumpang, karena aku penasaran dang a mau kalah *hehhe* aku pun mengeluarkan uang yang ada dikantong celanaku *ya walaupun nominalnya ga gede amat tapi cukuplah buat mereka,,hehehhe J *, setelah uang aku pegang maka dengan sigap anak kecil itu siap untuk meluncur ke bawah laut langsung ajja deh uangnya aku lempar dan ternyata *engingeng* buseettt dahh itu anak – anak kecil pada berebutan untuk mengambil uang itu,, serem dan ga tega juga sihh ngeliatnya tapi itu lah yang bisa membuat mereka bisa mencari sedikit rezeki dari para penumpang yang ada didalam kapal ini.

      Setelah lumayan menunggu lama, akhirnya kapal pun berlayar dan mulai meninggalkan dermaga. Nahhh mulai deh saat itu aku merasakan pusing dan mual karena aku belum terbiasa untuk menaiki kapal laut seperti ini, tapi walau lagi mabok laut aku ga boleh meninggalkan momen indah ini. Aku mengajak adik – adik dan saudaraku untuk pergi kepinggir kapal dan mulai deh kami beradegang seperti layaknya *film titanic* hahahah kocak banget deh dan ga ketinggalan momen itu kami dokumentasikan dalam jepretan kamera * tapii foto itu ada dikamera saudara jadi ga bisa dipost deh*, ga kerasa suara adzan pun terdengar dan saat itu kami menghentikan adegan itu dan langsung menyerbu buka puasa yang telah ibu dan tante siapakan, setelah buka puasa selesai maka kamipun shalat magrib dan taraweh didalam musholah kapal ini.

      Nahhh temann itulah cerita menyenangkan ketika aku pulang kampong dengan menggunakan Alat Transportasi Umum *Kapal Laut* J

      Sabtu, 20 April 2013

      Perdukunan di Era Globalisasi


      Temen – temen bloogerr pada tau ga sihh apaa itu “Dukun” , tentu kalian udah pada sering denger donk tentang kata Dukun ?? kalau kalian ingin tau bagaimana siihh Perdukunan saat ini dalam Era Globalisasi. Cekidott berikut adalah tulisan dan kutipan saya tentang materi tugas Softskill saya yang kali ini.
      Dukun,apa yang anda pikirkan tentang arti kata tersebut setelah mendengarnya mungkin sebagian banyak orang jika sudah mendengar kata tersebut berhubungan dengan hal-hal ghaib atau  negatif,yang sebenarnya itu bertentangan dengan agama.Sebenarnya definisi dukun adalah orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi seperti mantra, guna-guna, dan lain sebagainya.Dukun sangat kental dengan tradisi kebudayaan Jawa sebagai penolong orang sakit atau tabib, perantara dunia nyata dengan dunia gaib, dan juga dipakai sebagai simbol adat pada setiap upacara tradisional.Perdukunan sangat erat dengan kepercayaan akan para leluhur seperti animisme dan dinamisme di Indonesia, seperti dalam tradisi Jawa, Sunda, Madura, dan Dayak.
             Sebenarnya dukun dan perdukunan bukanlah sesuatu yang baru atau asing dalam sejarah kehidupan manusia.Keberadaannya sudah sangat lama, bahkan sebelum datangnya Islam dan diutusnya Nabi kita Muhammad,dukun sudah ada contohnya saja seperti zaman Firaun,dimana pada saat itu firaun mempunyai banyak dukun untuk meramalkan kejadian apa yang akan terjadi pada masa depan Mesir dan dirinya.Dukun Firaun itu juga diperintahkan untuk melawan Nabi Musa as.Di Indonesia, praktik perdukunan memiliki akar yang kuat dalam sejarah bangsa,bahkan dukun dan politik seperti simbiosis mutualisme,dimana keduanya saling membutuhkan.Dijaman globalisasi seperti ini,politik untuk merebut kekuasaan pada zaman kerajaan di Indonesia pramodern selalu ditopang dengan kekuatan magis.karena menurut mereka jika tidak ditopang dengan kekuatan magis,mereka tidak dapat memenangkan apa yang mereka perebutkan.
             Semuanya ini memberikan gambaran yang nyata, bahwa perdukunan memang sudah dikenal lama oleh masyarakat kita. Dan ilmu ini pun turun-menurun saling diwarisi oleh anak-anak bangsa, hingga saat ini para dukun masih mendapatkan tempat bukan saja di sisi masyarakat tradisional, tetapi juga di tengah lingkungan modern.Hasilnya kini mereka yang pergi ke dukun kemudian percaya pada kekuatan magis dan menjalankan praktik perdukunan tak mengenal status sosial: kelas bawah, menengah bahkan atas.Sensasi para dukun itu mampu melampaui semua tingkat pendidikan. Banyak di antara mereka yang datang ke dukun merupakan representasi orang-orang terpelajar yang berpikiran rasional.Sebenarnya, dukun atau paranormal tidak ada bedanya, karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t mengemukakan, bahwa paranormal adalah nama lain dari dukun dan ahli nujum (Fathul Majid, hal. 338). Maka, dukun atau paranormal adalah dua nama yang saling terkait, kadang salah satunya menjadi penanda bagi yang lainnya.
                      Padahal, di dalam Al-Qur’an disebutkan dengan jelas dan pasti, bahwa hanya Allah l yang mengetahui yang ghaib, adapun selain-Nya tidak.

      Allah berfirman:“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Al-An’am: 59)

      Menurut pengalaman dan hasil survei Gus Wachid seputar praktik perdukunan yang ada di Indonesia, dukun-dukun yang ada itu ada tiga macam, yaitu :

      1.    Dukun yang bisa menguasai jin.
              Gus Wachid berkata, "Saya pernah seperti itu. Jin itu bisa saya perintah. Dengan ilmu 'karamah' yang saya punya. Dengan konsentrasi penuh, kita mendatangkannya, kemudian kita bisa memerintahnya. Tapi luar biasa lelahnya setelah ritual itu selesai. Terkadang saya gunakan cara ini untuk mengobati orang yang terkena jin. Jadi saya gunakan jin untuk mengusir jin atau untuk mengetahui sebenarnya apa yang diinginkan oleh jin yang masuk dalam jasad orang itu.


      2.    Dukun yang dikendalikan jin.
            Kata Gus Wachid, "Ciri kategori ini, biasanya yang bersangkutan harus kesurupan dulu dan itu bisa dikenali dengan suaranya yang berubah. Saya sempat akrab dengan orang-orang seperti itu. Saya pernah kemalingan, saya berusaha mencarinya tetapi tidak ketemu. Akhirnya saya pernah minta bantuan orang yang mempunyai kemampuan kategori kedua ini, di saat saya kehilangan mesin ketik.


      3.    Dukun yang tidak bisa apa-apa.
           Mereka bisanya hanya goroh, gedabrus thok (hanya penipu, pembual). Gus Wachid berkata, "Wallahi, dukun kategori inilah yang paling banyak. Saya bisa mengetahuinya, karena kalau ada orang yang mengaku sakti, langsung saya cek dengan kekuatan 'karamah' yang pernah saya pelajari. (Sambil membuka telapak tangan di hadapkan ke orang yang dituju seraya baca wiridnya. Dan saya akan
           merasakan seperti kesetrum jika ada isinya)".
           Dukun kategori manapun, kita dilarang oleh Rasulullah untuk mendatanginya, bertanya kepadanya, apalagi membenarkan apa yang dikatakannya. Baik itu dukun mistik maupun dukun intrik. "Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal, ialu membenarkan apa yang dikatakannya. Maka ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkankepada Muhammad (al-Qur'an dan al-Hadits)." (HR. Ahmad dan dishahihkan al-Albani).

      Dari semua hal yang telah dibahas dan diuraikan dalam Al-Quran semoga kita semua tidak terjerumus kedalam hal tersebut.